Obat Sakit Telinga

Sakit telinga umumnya terjadi pada telinga bagian dalam. Sakit telinga disebabkan masuknya serangga ke telinga dan luka akibat penggunaan korek kuping. Sakit telinga dapat menyebabkan pusing dan gatal.

Keluhan-keluhan yang mengarah pada sakit telinga relatif sedikit dan terdiri dari perubahan ketajaman pendengaran, tinitus, vertigo dan nyeri. Pemeriksaan penyaring untuk mengobati sakit telinga mencakup : inspeksi anatomi telinga, pemeriksaan ototskopik, pemeriksan ketajaman pendengaran di sisi tempat tidur dan kalau perlu, pemeriksaan Weber dan Rinne untuk menentukan gangguan-gangguan pendengaran.

Obat sakit telinga pada awalnya harus dilakukan suatu pemeriksaan berlanjut, yakni :

1. Inspeksi dan Palpasi

Perhatikan posisi telinga di kepala. Pangkal heliks harus berada pada garis horizontal dengan sudut mata. Telinga yang terletak rendah sering menyertai kelainan kongenital di tempat lain. Inspeksi dan palpasilah dengan singkat tulang rawan telinga yang seharusnya keras tetapi tidak kaku. Inspeksi dan palpasilah prosesus mastoideus. Sel-sel udara mastoid berhubungan dengan telinga tengah.

2. Pemeriksaan otoskopik

Otoskopadalah suatu sumber cahaya biasa yang dilekatkan pada spekulum yang mempunyai kaca pembesar. Tersedia spekulum dengan berbagai ukuran untuk dipakai pada anak-anak dan orang dewasa. Tutup yang dapat dibuang mencegah terjadinya kontaminasi silang. Kebanyakan alat juga diperlengkapi untuk pemasangan pipa karet dan pompanya untu insuflasi udara.

3.Tes Rinne

Tes Rinne mendeteksi tuli konduktif. Dalam keadaan normal, hantaran suara melalui udara lebih baik daripada hantaran suara melalui tulang. Jika penyakit menghalangi hantaran gelombang suara yang normal, maka hantaran melalui tulang akan mengatasi kesulitan ini.

Untuk melakukan tes Rinne, getarkanlah garpu tala dan pasanglah tangkainya pada prosesus mastoideus. Garpu tala dengan 512 getaran/detik adalah yang paling tepat. Kalau pasien menunjukkan bahwa ia tidak dapat mendengar suara itu lagi, segera letakkan kepala garpu tala yang sedang bergetar tersebut di dekat kanalis eksternus. Biasanya bunyi tersebut terdengar lagi dan hasil tes ini positif. Hasil tes yang negatif berarti bahwa pasien menderita tuli konduktif pada telinga yang diperiksa.

4. Tes Weber

Tes Weber memastikan adanya tuli konduktif atau menunjukkan adanya tuli konduktif atau menunjukkan adanya tuli sensorineural. Getarkanlah garpu tala dan pasanglah pada puncak kepala. Tanyakanlah kepada pasien apakah ia mendengar lebih jelas pada satu telinga daripada telinga lain. Biasanya, bunyi tersebut terdengar berasal dari garis tengah. Jika ada tuli konduktif pada satu telinga, suara akan terdengar lebih keras pada telinga itu. Alasannya adalah bahwa efek perendam yang berasal dari suara gaduh normal di latar belakang menjadi berkurang pada telinga tersebut karena adanya gangguan hantaran. Jika ada tuli saraf pada satu telinga, bunyi tersebut akan terdengar lebih jelas pada telinga normal. Pada tuli saraf, hantaran bunyi melalui udara dan tulang tidak diteruskan ke susunan saraf pusat.


=====================================

>>> THM – Obat Tetes Telinga Alami Untuk Membantu Membersihkan Telinga, Mengembalikan Fungsi Telinga dan Pendengaran, Mengobati Berbagai Gangguan Sakit Telinga, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Sakit Telinga and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>